fbpx

Cara Merawat Bibit Agar Tumbuh Sehat dan Kokoh

ep 9 001 — Plantree
ep 9 002 — Plantree
ep 9 003 edited — Plantree

Pahami Proses Tumbuh Tanaman dari Benih Hingga Berkecambah

Saat kamu menyemai benih di dalam ruangan, semaian yang baru bertunas akan sangat bergantung padamu, termasuk urusan diberi makan. Beberapa pekebun berfikir kalau tanaman akan tumbuh lebih cepat jika diberi pupuk sejak dini. Akan tetapi, walaupun semaian itu terlihat rapuh, sebenarnya mereka justru kuat. Hanya saja, mereka membutuhkan air, kehangatan dan cahaya yang tepat di minggu-minggu awal kehidupannya. Mereka sudah memiliki cadangan makanan yang cukup, setidaknya hingga menumbuhkan daun sejati. Setelah itu, kamu baru bisa memberi tambahan makanan untuknya, mengikuti aturan-aturan yang umum.

ep 9 004 edited — Plantree

Kapan Bibit Bisa Mulai Diberi Pupuk?

Saat semaian muncul dari tanah atau media tanam yang kamu gunakan, mereka masih bisa makan dari cadangan makanan yang dibawa di benih. Pasangan daun yang pertama muncul bukanlah daun sejati, melainkan kotiledon atau daun benih, yaitu bagian dari benih atau embrio dari tanaman.

Kotiledon memiliki sisa cadangan makanan yang tersimpan di benih, dan mereka yang akan bertanggung jawab untuk memberi makan semaian sampai daun sejati muncul dan tanaman tersebut bisa mulai berfotosintesis.

Biasanya, kotiledon akan menghilang sesaat setelah daun sejati muncul dan mulai berfotosintesis. Di saat inilah tanaman sudah mulai membutuhkan tambahan makanan, atau pupuk, untuk tumbuh dengan lebih maksimal.

Tips Memupuk

Sebelum kamu mulai memberi makanan tambahan untuk tanaman, pastikan kamu menggunakan media tanam atau campuran tanah yang tidak mengandung pupuk. Karena sebenarnya ada campuran tanah yang sudah ditambahkan kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk organik, dan ada juga yang tidak (masih steril).

Jika campuran ini memiliki pupuk di dalamnya, kamu tidak perlu lagi menambahkan pupuk. Dan kedepannya, karena benih sudah bisa memberi makan dirinya sendiri saat masih bertunas, maka kamu tidak perlu menggunakan media tanam berpupuk. Selain lebih murah, yang lebih penting adalah kamu bisa mengatur berapa banyak dan jenis makanan apa saja yang dikonsumsi oleh tanamanmu.

ep 9 005 edited — Plantree

Cara Memilih Pupuk yang Sesuai

Semaian baru biasanya memerlukan pupuk yang kaya akan Fosfor (P), karena mineral ini menstimulasi pertumbuhan akar dan juga salah satu komponen yang diperlukan dalam proses fotosintesis. Cari pupuk yang memiliki rasio 1-2-1 NPK (nitrogen-fosfor-kalium) di labelnya. Dan jika bisa, carilah yang berbentuk cair atau serbuk yang bisa diencerkan, supaya lebih mudah dan cepat diserap oleh tanaman. Kamu juga bisa memilih antara pupuk organik ataupun sintetis, tergantung preferensi pribadi saja.

  • Pupuk sintetis: jika kamu memilih untuk menggunakan pupuk jenis ini, beri makan tanamanmu setidaknya 2 minggu sekali. Dan jangan lupa untuk mengencerkannya setidaknya 2x dari rekomendasi di label, karena semaian muda sangat rentan, dan jika diberi pupuk yang terlalu banyak akan beresiko membakar tanaman. Semaian mampu bertahan bahkan hanya 1/4 dari rekomendasi penggunaan pupuk di label, yang biasanya direkomendasikan untuk tanaman dewasa.
  • Pupuk Organik: ada beberapa pupuk organic cair maupun padat yang tersedia di pasaran, walaupun seringnya mereka susah dicari. Campuran dari emulsi ikan dan rumput laut (kelp) bisa memberi tambahan nutrisi untuk tanaman barumu, dan mengurangi resiko terbakar karena kelebihan pupuk. Jika kamu menggunakan pupuk organik, berikan setidaknya seminggu sekali, kecuali ada informasi rekomendasi dosis yang disertakan. Sebaiknya beri makan semaianmu sedikit-sedikit tapi reguler, daripada sekaligus banyak dalam satu waktu, untuk menghindari resiko akar terbakar karena terlalu banyak pupuk.
  • Opsi Lain: Campurkan pupuk granule ke dalam media tanam atau tanah yang kamu gunakan. Banyak pekebun melakukannya saat mereka akan memindahkan semaian ke tempat penanaman yang lebih besar. Tetapi perlu diingat, pupuk granule membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat larut di tanah. Jadi, sebaiknya campurkan ia saat kamu baru selesai menyemai, supaya ketika harus pindah tanam, media tanammu sudah siap. Dan untuk mencegah resiko membakar akar tanaman baru, campurkan di bagian yang agak bawah. Dengan begitu, akar tanaman juga akan terstimulasi untuk mencari makanan hingga ke dasar pot.
ep 9 006 edited — Plantree

Ketahui Kapan Saat Semaian Sudah Mendapat Makanan yang Cukup

Kamu perlu menjalankan eksperimen dengan mencoba mengaplikasikan rasio pupuk yang tepat, dan mengatur periode pengaplikasiannya. Catat dan cermati apa yang terjadi pada tanamanmu. Tanaman yang pertumbuhannya melambat dan tubuhnya kurus, biasanya dikarenakan pupuk yang terlalu banyak. Jika hal ini terjadi pada tanamanmu, kurangi pengaplikasian pupuknya. Pada masa pertumbuhan di awal, yang harus jadi fokusmu adalah pertumbuhan akar yang kuat dan sehat, daripada banyak daun tetapi lemah di akar.

Perlu diperhatikan juga, tiap tanaman—sekalipun spesies yang sama—bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pupuk. Fokuslah untuk melatih kemampuan memupuk, supaya nantinya kamu bisa memperkirakan berapa banyak makanan yang dibutuhkan si tanaman pada fase pertumbuhan tertentu. Dengan begini, tanaman juga akan memperkuat dirinya, sehingga saat masa pindah tanam tiba, mereka bisa tumbuh dengan baik di luar ruangan.

ep 9 007 — Plantree
ep 9 008 — Plantree